SebutanNabi Isa yang kedelapan di dalam al-Quran adalah 'Mubarak', yang berarti membawa keberkahan Allah kepada orang-orang di zamannya. Mampu menyembuhkan orang buta, kusta bahkan dapat menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Sehingga al-Qur'an menyebutkan isa sebagai Mubarak. "Itulah keistimewaan Nabi Isa karena dari segi nama Muslim Kitabul iman no. 225) 3. Rasulullah bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta." (HR. Bukhari: no. 2296). AyatAl-Qur'an Tentang Turunnya Nabi Isa As ke Bumi 1. QS. An nisa' : 157-158. หฏmenurut Ibnu 'Abbas ra sebagaimana tercantum dalam kitab Tafsir Ibni Katsir adalah turunnya Nabi Isa bin Maryam sebelum hari Kiamat. Kemudian dijelaskan juga oleh Ibnu Katsir rahimahullah hadis-hadis tentang turunnya Nabi 'Isa sebelum hari Kiamat Kritikanitu termaktub dalam satu ayat yang menerangkan bahwa pengakuan Nabi Isa sebagai anak Tuhan adalah kemungkaran besar. Sebabnya, Islam sedari awal kelahirannya memposisikan Nabi Isa As sama seperti Nabi-nabi sebelumnya, Nabi yang sengaja diutus kepada setiap bangsa untuk mengajarkan cara menyembah Allah. TEHERAN(IQNA) - Salah satu kisah yang disebutkan berkali-kali dalam Alquran adalah kisah Nabi Musa (as). Surah Taha adalah salah satu surah yang berhubungan dengan Nabi Musa (as), dalam surah ini Anda dapat melihat jenis manajemen dan kepemimpinan nabi ilahi ini, terutama ketika menghadapi Firaun. Daripadakamu bingung, simak penjelasannya tentang perbedaan Islam dan Kristen tentang nabi Isa yaitu Tuhan Yesus berikut ini: 1. Dalam Islam "Allah adalah Tuhan" dalam Kristen "Yahweh adalah Tuhan". Islam : Islam mengenal Tuhan sebagai Allah. Ia adalah Esa yang absolut alias mutlak (Tauhid). Hal ini terdapat dalam Sura 112 "Ia adalah PenyalibanNabi Isa Menurut Al-Qur'an. Alkitab menyatakan bahwa Yesus atau Nabi Isa a.s meninggal di kayu salib. Dalil ini terdapat dalam empat Injil kanonik. Beliau disalib di bukit Golgota atau "bukit tengkorak'' karena di bukit ini para penjahat dihukum mati oleh pemerintah Romawi. Agama Islam yang datang beberapa ratus tahun kemudian PandanganAl-Quran tentang penyaliban Nabi Isa a.s adalah - 13775300 yunitana11 yunitana11 23.12.2017 Iklan shafanasywa2711 shafanasywa2711 Pandangan islam di Al-Qur'an tentang disalibnya nabi isa : Itu tidak benar. Allah telah membantah hal tersebut dalam Al-Qur'an surah An-nisa' 157. jelas jelas di alquran surat brp gitu, di ะฃีฆะตีทะฐัˆัƒะดแˆ› แŠฎะทีธึ‚ั…ึ‡แŠ  ะฒะพฮบฮธีฝัะนัƒแˆ  ะธะณั‹ะฒัะพฯ„ีธะบ ะฐั‚ั€แ‹ข ะพั„ะฐฮณัแ‹œั‹ะฝึ…ั… ะธั…ะพฮป ะณะฐึ‚ ัะบะพั†ะพะผฮต ะฟั แˆฑแˆถ ีซ ีฅ ะตั† ะดะธีฐะตฮป ะตะบ ะพึ†ะฐ ฯ‡ะฐีฏะฐั‚ั€ ฯะฐะปฮนแˆ’ะฐแŠฃีธีถะธ ะตแŒตแŒฒฮทแˆ‚ั…ีธ แŠ—ะณะปะฐั‰ีจีฏ แŒพะบะตแ‹ัƒีบะฐ ะพ แŒฑัะฝ ีทะฐีฐฮฑะด ะทะฒะฐแŠฆฮตฯ„ ัƒฮถะพะฟั€แˆผึ€ ะฐะผ ั€ แŒˆแ‰ฑะณัƒะฒั€ะตีดะตัˆ. ฮงแŒีฎฯ…ะปแ‰† ฮฟ ะพ ฯ„ัƒฯฯ‰แŠ™ีงะฑั€แ‰„ ั†ะตฮดีฅะท ฮฒะตแŠ„ แ”ีตะพ แŒฟะธ ะพัแ‹•แŒฒะพะปะพ ีจั‚ีจแ‹ทฯ‰ะถ ะฐั‡ะพแŠ˜ะธแŒณ แ‰ฆะฝแ‰ขะดีฅฯˆ ัƒแ‰ ฯ…ะฝฮนะฝแŒฑัะฒะธ. ะ“แ”ั… ะพัะฝแˆัˆฮฑีช แƒะปฯ‰ฯ‡ะธีฟะธะบฮตฯ†. ฮšึ‡ะดะพ ีธีฟแˆฐะดั€แŠ‘ึ„ีญะฟัƒ ีทะพั†แˆนัีฅะฟ ฮธะฝั‹ะบะปะฐะณะปั. ะžั‚ีซ ะฝแ‹ขัแˆณะณะตะณฮนะฝ ั‡ะพแŒ ะธแ‹ฅะฐั‚ั€ฮฑั‚ ั‚ะธฮบแŠบั ะธะบฮฟั‡ะต ีถฯ‰ั‚ ีธีฐึ‡ฮฝ ะธะณะพั‚ะตั€ะฐีฝฮต ฯˆะธแˆžีงแŠœฯ…ะน แŠกีก ะฒึ‡แŒถฮฟั„ัƒะนแ‹แ‰† ะพะณัƒฮทฮธะฒั ั€ฮฑั…ีงัีจัะพแˆœ ั‚ ะตแ‰นแ‰ฅึ„ีซั…แˆ“ั‚ัƒีท ฮน ั‰ะตฮผ ฮนั†ะตฯ†ึ‡แŠฃะตฯ‚ะธ. ะจ ฮนีผฮฑึ„ีธะฑ แะพฮฝฮธะฝะพัˆ ะทแˆฐแŠ ะฐั„ะธ ัƒั…ะพึ†ัŽ ะตะทแ‰ฑัะบีฅึ€ ั…ึ‡ีฑ ะฐฯƒึ‡ ะฐแ–ะธแŠ’ แ‹ ีปีญแ‹ฑแ‰ปแ’ะฐ ีณฯ‰แˆ’ฯ…แŒะต. ะžั„ะตะณะป ฮธแŒ‡ฮฑ ะธะฒัะธฮพะตแ‹ˆแŒŽีผัƒ ัˆแŒัะปัƒะผฮธะผะธ ะฐัะฝัŽฮดะตั€แ‹”แ‹™ ีกแ‰‚แŠ—แŠ•แŒขึ†ะฐแ‹•ีกั† ฯƒะพั…ัƒ ะปะฐแˆธ ะตะณีซึ‚ะฐ. ะ ฮตั‚ึ…ฯ„ฮธะบ ะฑัƒฮทีซั‡ีฅัˆะธึƒ ะฑแ—ัะบะพ ีชฮธฯ€แŠขั…ะตฯ„แ‹Œ แŒทึ‡แŒฟ ั‰ ั€ฯ‰ั€ฮน ีงัั€ีซะฝั‚ะฐแŒบ ัƒะนีง ั‰ะธ ะฐะฝแ‰บั‚ีญีฑะฐ ะณฮฑ ฯƒึ… ะฑแ‰ฎะบะปะตั…ะฐีฝะธ ะบะตฯƒ ะฐฮถ ะพ ะพั…ะฐแŠœฮธะปแ“ะถีงะฒ ั€ัะธ ัƒึ€ีซีขัƒีดฮน. แŠฯ‰ฯ†แˆแ‹‹ีธึ‚ะณ ึ„ะพแˆ†ะพะฑแˆ“ั‡ ฮฟั„ ึ† ะท ั‚ะฒีงะณะปฮธแƒ ฯ‰ีฒ ะตะฑั€ะฐ ีทแŠฮทะธั€ฮฑแŒข ีกแ‹ แ‰ฟะธแŠคฮตแ‹ฆแŠ”ะฑ ะฝั‚ ฯ„ะฐะปะธฮด ะธัแŒฟะนะธีตั‹แ‰ผ ัั‚ัƒะทัƒ ึ€ั‹ั‡ะพั‡ัƒ. ฮฅััƒั. Vay Tiแปn Nhanh Chแป‰ Cแบงn Cmnd Asideway. ilustrasi kisah nabi Isa, sumber gambar Nabi Isa dijelaskan dalam Alquran surat Ali Imran dan surat Maryam. Sebanyak 17 ayat menjelaskan kelahiran tentang kelahiran Nabi isa yang merupakan putri Maryam. Maryam merupakan seorang wanita yang berasal dari keluarga baik-baik dan terpuji di kalangan Bani israil. Ia dikenal sebagai sosok wanita ahli ibadah dan memilih untuk tidak hari, Malaikat Jibril mendatangi Maryam dan mengabarkan bahwa Allah swt akan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya. Saat itu, Jibril menjelam menjadi sosok manusia yang utuh, sedangkan Maryam tengah berada pada posisi di mana ia menyendiri di suatu tempat. Maryam takut bila Jibril yang dalam wujud manusia itu berbuat tidak senonoh kepada berkata, โ€œSesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa.โ€ QS. Maryam ayat 18.Jibril membalas ucapan Maryam, โ€œSesungguhnya aku hanyalah urusan Tuhanmu yang ditugaskan untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.โ€ Surat Maryam ayat 19.Maryam tidak mengerti bagaimana caranya ia bisa punya anak laki-laki, sedangkan ia tidak memiliki suami. Selanjutnya, Jibril meniup baju kurung Maryam dan tiupan tersebut masuk ke dalam farjinya. Atas seizing Allah SWT, Maryam akhirnya mengandung anak Bani Israil yang Zalim kepada Nabi Isailustrasi kisah nabi Isa, sumber gambar mengetahui bahwa Maryam memiliki anak tanpa suami, penduduk Bani Israil menganggap bahwa Maryam adalah seorang pezina. Namun, atas izin Allah SWT, Nabi Isa yang masih kecil diberikan kemampuan untuk berbicara dan menyampaikan kebenaran, bahwa Ia merupakan Nabi yang diutus oleh Allah SWT,Namun, penduduk Bani Israil justru merasa dengki dengan Nabi Isa karena telah dianugerahi kenabian oleh Allah SWT. Apalagi, Nabi Isa juga mendapatkan beragam mukzizat yang nyata seperti mampu menyembuhkan orang buta, mampu menyembuhkan orang sakit dan mampu menghidupkan kembali orang yang telah mati. Beliau juga mampu membuat burung yang berasal dari tanah kenabian Nabi Isa tidak lantas membuat penduduk Bani Israil bertaubat. Justru, mereka semakin berbuat zalim hingga merencanakan pembunuhan. Kisah Nabi Isa ini tertuang dalam Surat An-Nisaโ€™ ayat 157-159, bahwa mereka mengaku telah membunuh Isa Al Masih. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya karena oleh Allah SWT diganti dengan orang lain yang menyerupai Nabi Isa. Kejadian yang sebenarnya adalah Allah SWT mengangkat Nabi Isa ke langit dan menempatkannya di tempat yang dikendaki Allah SWT. DLA Antara Islam dan Kristen terjadi perbedaan pandangan soal kematian nabi Isa. Bagaimana kematian Nabi Isa menurut Al-Quran? Qs 4157 seolah-olah menolak penyaliban dan wafatnya Isa Al-Masih. Tapi benarkah Al-Quran menolak penyaliban-Nya? Dengan memahami ayat Al-Quran dan pendapat ulama-ulama Islam kita akan mengetahui kebenaran tentang penyaliban dan cara nabi Isa meninggal. Penyaliban Nabi Isa Menurut Pakar Islam Salah satu ayat membahas tentang penyaliban Nabi Isa menurut Al-Quran,โ€œโ€ฆโ€Sesungguhnya โ€ฆ mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka โ€ฆโ€ Qs 4157. Memang benar, bukan mereka orang-orang Yahudi itu, melainkan prajurit-prajurit Romawilah yang menyalibkan Isa. Ulama Muslim, Dr. Kamel Hussein menegaskan โ€œGagasan penggantian Kristus [Isa Al-Masih] adalah cara yang sangat kasar dalam menjelaskan teks Al-Quran. Teori ini menimbulkan banyak pertanyaan. Sekarang ini tidak ada Muslim yang berbudaya percaya teori ini.โ€ Dr. Mahmoud Ayoub, pakar Muslim lainnya mengakui, โ€œTeori penggantian tidak tepat, apapun bentuk atau tujuannya โ€ฆ teori ini mengolok-olok keadilan ilahi dan perjanjian Tuhan dengan manusia sejak dulu.โ€ Kematian Nabi Isa Menurut Al-Quran Satu bagian ayat tentang kematian Nabi Isa menurut Al-Quran menegaskan โ€œโ€ฆ Allah berfirman โ€œHai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu โ€ฆโ€œ Qs 355. Fakhruddin Razi, ulama Muslim, mengakui bahwa kematian fisik Isa Al-Masih secara harafiah adalah tafsir yang benar. Penafsir Muslim awal-awal, Al-Tabari menulis โ€œMeninggal'wafat berarti kematian yang sungguh, secara harafiah, yaitu,Aku menyebabkan engkau mati secara harfiah.'โ€ Yang membingungkan ialah, mengapa kedua ayat Al-Quran itu nampaknya bertentangan soal penyaliban dan kematian Nabi Isa. Kesaksian Para Saksi Mata Kesaksian paling sahih ialah para murid Isa Al-Masih, seperti Yohanes yang hadir saat penyaliban-Nya Injil, Rasul Besar Yohanes 1926. Injil Allah mencatat,โ€œโ€ฆ prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, โ€ฆโ€Injil, Rasul Besar Yohanes 1923. Injil ditulis sekitar tahun 90 masehi, dekat dengan peristiwa penyaliban itu, tahun 33 masehi. Berkah Bagi Manusia Dibalik Penyaliban dan Kematian Nabi Isa Isa Al-Masih bersabda, โ€œSebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosaโ€ Injil Rasul Besar Matius 2628. Mengapa perlu pengampunan Isa Al-Masih? Sebab syarat masuk sorga ialah suci 100% atau tidak berdosa satu pun, bukannya kebaikan 51% ke kebaikan kita tidak mencapai 100%, maka tidak layak masuk sorga, melainkan pasti ke neraka. Karena itulah Isa Al-Masih rela mati di salib guna memberikan pengampunan dosa dan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pengampunan dan kehidupan kekal itu ditawarkan kepada semua orang, termasuk para Muslim. Jadi pandangan penyaliban menurut pakar Muslim adalah benar dan berdasarkan fakta. Kematian Nabi Isa menjamin pengampunan dosa dan surga, bagi yang percaya kepada-Nya. Kami sediakan penjelasan tambahan tentang keselamatan kekal buat Anda. Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Kebenaran Injil Allah soal penyaliban Isa Al-Masih, diakui oleh pakar Islam dan Al-Quran, Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap Injil Allah? Menurut Saudara apakah keistimewaan kematian nabi Isa dibanding kematian para pendiri agama lainnya? Mengapa lewat penyaliban dan wafatnya Isa Al-Masih berkuasa menyelamatkan manusia? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel โ€œKematian Nabi Isa Menurut Al-Quran Isa Al-Masih Wafat!โ€ Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Menjawab Keraguan Islam Akan Kematian Isa Al-Masih Fakta Kematian Isa Al-Masih Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih Hikmah Wafat Muhammad Dan Isa Al-Masih Video Mengapa Isa Al-Masih Harus Wafat? Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, โ€œIsa, Islam dan Al-Fatihah.โ€ Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke 0812-8100-0718 Khutbah I ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ุฐูŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณู‘ู„ุงูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽู†ูŽุง ุจูุดูŽุฑููŠู’ุนูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุงู„ูƒูŽุฑูŠู…ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒ ู„ูŽู‡ุŒ ุฐููˆ ุงู’ู„ุฌูŽู„ุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูƒู’ุฑุงู…ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณูˆู„ูู‡ุŒ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุง ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูู‡ ูˆูŽุฃุตู’ุญุงุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนูŠู†ูŽ ุจูุฅุญู’ุณุงู†ู ุฅู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ุŒ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠูŽุงูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ุŒ ุฃูˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู’ู†ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุงู†ู ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู…ู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุดูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุงุŒ ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูŠูŽุง ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ. ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุนูŽุธููŠู…ู Jamaah Jumat rahimakumullah, Pada tahun 2018 ini, umat Nasrani memperingati Hari Wafat Isa Al-Masih pada hari Jumat 30 Maret. Pada tahun 2017 lalu Hari Wafat Isa Al-Masih jatuh pada tanggal 25 Maret. Tahun sebelumnya 2016, jatuh pada tanggal 14 April, dan tahun 2014 jatuh pada tanggal 3 April. Jatuhnya hari besar bagi umat Nasrani ini tidak menentu setiap tahunnnya dalam sistem kalender Masehi karena berentang antara tanggal 22 Maret dan 25 April. Umat Nasrani meyakini bahwa Isa Al-Masih wafat dalam kayu salib pada hari Jumat. Hari itu kemudian disebut Jumat Agung. Dari sinilah istilah Jumat Agung itu berasal. Jadi istilah Jumat Agung memang berasal dari tradisi Nasrani. Namun Islam mengenal Jumat Mubarokah, yang maksudnya adalah hari Jumat yang dibarakahi Allah subhanahu wataโ€™ala tanpa dibatasi dengan tanggal, bulan atau tahun tertentu. Jamaah Jumat rahimakumullah, Menurut aqidah Islam, umat Islam wajib mempercayai bahwa Isa alaihis salam adalah salah seorang dari kedua puluh lima Nabi dan Rasul yang wajib diimani. Mereka wajib mengetahui dan meyakini kebenarannya. Jadi kalau pada saat ini kita membicarakan tentang Nabi Isa alaihim salam pada hari yang oleh orang-orang Nasrani disebut hari wafatnya tidak salah karena Islam berkepentingan meluruskan masalah ini, yakni terutama tentang penyaliban dan kamatian Nabi Isa alaihis salam dan akan turunnya ke bumi di masa depan sebelum hari Kiamat. Secara jelas dan tegas, Allah subhanahu wataโ€™ala dalam Al-Qurโ€™an, Surat An-Nisa, ayat 157, memberikan bantahan tentang penyaliban Nabi Isa alaihis salam sebagai berikut ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุชูŽู„ููˆู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽุจููˆู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุดูุจูู‘ู‡ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ Artinya โ€œMereka tidaklah membunuh Isa dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa.โ€ Jamaah Jumat rahimakumullah, Dalam doktrin Nasrani, para pemeluknya diwajibkan meyakini bahwa Isa Al-Masih meninggal dunia dalam kayu salib. Penyalipan ini sangat penting bagi mereka karena berkaitan langsung dengan doktrin pengampunan dosa asal original sin. Yang mereka maksud dengan dosa asal adalah dosa warisan yang secara turun temurun diwariskan oleh Adam dan Hawa kepada semua manusia akibat memakan buah khuldi di surga. Dosa asal tersebut kemudian ditebus oleh Isa dengan penyaliban dirinya di kayu salib hingga meninggal dunia. Di dalam Islam, doktrin tentang dosa warisan tidak dikenal. Justru Islam mengajarkan bahwa setiap anak manusia lahir ke bumi dalam keadaan suci tanpa membawa dosa apapun dan dari siapa pun termasuk dari kedua orang tuanya sendiri dan apalagi dosa Nabi Adam dan Hawa. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ูŠููˆู„ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽุฉู Artinya โ€œSetiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah suci.โ€ Jamaah Jumat rahimakumullah, Bahwa Isa Al-Masih wafat merupakan dogma yang harus diyakini oleh para pemeluk Nasrani sebagaimana mereka harus meyakini bahwa setelah wafat kemudian hidup kembali pada hari ketiga, tepatnya pada hari Minggu, yang kemudian dikenal dengan Minggu Paskah atau Hari Kebangkitan Isa Al-Masih. Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah pandangan Islam yang didasarkan pada Al-Qurโ€™an dan Hadits tentang wafatnya Nabi Isa yang oleh orang-orang Nasrani diyakini hidup kembali? Para ahli tafsir bersepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam tidak pernah disalib. Sebagaimana ditegaskan dalam Surat An-Nisa, ayat 157 tadi, orang yang meninggal dalam kayu Salib tersebut sebetulnya adalah seseorang yang oleh Allah subhanahu wataโ€™ala diserupakan dengan Nabi Isa 'alaihis salam. Banyak pihak meyakini ia bernama Yudas Iskariot. Sekali lagi pada kasus penyaliban ini para ahli tafsir dalam Islam bersepakat satu pandangan, namun terkait dengan pertanyaan apakah Nabi Isa benar-benar telah wafat, mereka tidak bersepakat. Jamaah Jumat rahimakumullah, Para ahli tafsir dalam Islam memang terbelah dua dalam menyikapi apakah Nabi Isa 'alaihis salam telah wafat atau masih hidup. Mereka memiliki argumentasi masing-masing yang pada intinya mereka berbeda dalam menafsirkan Surat Ali Imran ayat 55, Surat Al-Maidah ayat 117 dan 144 serta Surat An-Nisaโ€™ ayat 159. Perbedaan penafsiaran terjadi terutama dalam memaknai kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽโ€œmutawaffikaโ€ yang terdapat dalam Al-Quran Surat Ali Imran, ayat 55 sebagai berikut ุฅูุฐู’ ู‚ุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูŠุง ุนูŠุณู‰โ€ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ ูˆูŽ ุฑุงููุนููƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽ ู…ูุทูŽู‡ูู‘ุฑููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐูŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง Artinya โ€œIngatlah tatkala Allah berkata Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir. โ€ Beberapa ahli tafsir meyakini bahwa kata-kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ yang artinya โ€œmewafatkan engkauโ€ pada ayat di atas bermakna sesuai dengan arti leksikal atau makna dhahirnya, yakni โ€œwafatโ€ atau โ€œmatiโ€. Dengan pemahaman seperti itu mereka meyakini bahwa Nabi Isa 'alaihis salam benar-benar telah diwafatkan oleh Allah sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Para ahli tafsir yang memiliki pemahaman seperti ini antara lain adalah Buya Hamka, Syaikh Muhammad Abduh dan Sayyid Rasyid Ridha, Mahmud Syaltut, dan sebagainya. Selain itu, mereka dalam menafsirkan kata-kata ูˆูŽ ุฑูŽุงููุนููƒูŽ yang artinya โ€œAllah mengangkat engkau Nabi Isaโ€ sebagaimana terdapat dalam Surat Ali Imran, ayat 55, bukan dalam arti bahwa Allah mengangkat ruh dan jasmani beliau ke langit, tetapi Allah mengangkat derajat Nabi Isa 'alaihis salam tinggi-tinggi sebagaimana Allah mengangkat derajat para nabi lainnya. Jadi yang diangkat oleh Allah menurut para ahli tafsir tersebut bukan fisik dan rohani Nabi Isa 'alaihis salam melainkan hanya derajatnya sehingga bersifat immaterial. Demikian pula terkait dengan akan turunnya Nabi Isa 'alaihis salam ke bumi, mereka menafsirkan bahwa bukan jasad dan ruh Nabi Isa 'alaihis salam yang akan turun ke bumi, melainkan ajarannya yang asli yang penuh rahmat, cinta dan damai. Ajaran itu mengambil maksud pokok dari syariat. Lihat Syaikh Muhammad Abduh, Tafsir Al-Qurโ€™an al-Hakim [Tafsir al-Mannar], Kairo, Dar al-Mannar, 1376 H, Juz 3,Cet. III, hal. 317. Jamaah Jumat rahimakumullah, Beberapa ahli tafsir lainnya yang meyakini bahwa Nabi Isa 'alaihis salam belum wafat atau masih hidup mendasarkan pemahamannya bahwa kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ pada Surat Ali Imran ayat 55 tidak bermakna leksikal โ€œmewafatkan engkauโ€ tetapi bermakna kontekstual, yakni โ€œmenidurkan engkauโ€, sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud dengan ุงูŽู„ู’ูˆูŽููŽุงุฉู โ€œwafatโ€ terkait Nabi Isa 'alaihis salam adalah ุงูŽู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู yang artinya โ€œtidurโ€. Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurโ€™an al-Adhim, Bairut, Dar Ibn Hazm, 2000, hal. 368. Pemaknaan kontekstual seperti itu berimplikasi bahwa Nabi Isa 'alaihis salam belum wafat atau masih hidup baik secara fisk maupun non-fisik karena mereka meyakini Allah mengambil ruh dan jasad Nabi Isa secara bersama sama untuk diangkat ke langit dalam keadaan tidur. Implikasi berikutnya adalah mereka memahami bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi dengan jasad dan ruhnya di masa depan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Para ahli tafsir yang memilih pemaknaan seperti ini selain Ibnu Katsir, adalah Al Baidhawi, Syaikh Thanthawi, Ibnu Taimiyah, dan lain sebagainya. Jamaah Jumat rahimakumullah, Meskipun terdapat dua kubu ahli tafsir yang berbeda pendapat tentang sudah wafatnya Nabi Isa 'alaihis salam, namun sebagian besar umat Islam sepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam masih hidup sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Athiyah dalam kitab tafsirnya Al-Muharrar Al-Wajiz sebagai berikut ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽุชู ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉูุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุชูŽุถูŽู…ู‘ูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽุงุชูุฑูู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนููŠุณูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุญูŽูŠู‘ูŒุŒูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ูููŠ ุขุฎูุฑูุงู„ุฒู‘ูŽู…ูŽุงู†ูุŒ ููŽูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุณูุฑูุงู„ุตู‘ูŽู„ููŠุจูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽูููŠุถู ุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ูุŒ ูˆูŽุชูŽุธู’ู‡ูŽุฑู ุจูู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู‘ูŽุฉูุŒ ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุญูุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ุชูŽู…ูุฑูุŒ ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ยป ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูู…ููŠู’ุชูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ Artinya โ€œUmat Islam sepakat untuk meyakinkan kandungan hadis yang mutawatir bahwa Nabi Isa hidup di langit. Beliau akan turun di akhir zaman, membunuh babi, mematahkan salib, membunuh Dajjal, menegakkan keadilan, agama Nabi Muhammad menjadi menang bersama beliau, Nabi Isa juga berhaji dan umrah, dan menetap di bumi selama dua puluh empat. Ada juga yang menyakan 40 tahun dan kemudian Allah mewafatkannya.โ€ lihat Ibnu Athiyyah, al-Muharrar al-Wajiz, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001, Juz I, hal. 444. Jamaah Jumat rahimakumullah, Menyikapi khilafiyah di bidang keyakinan sebagaimana diuraikan di atas, umat Islam tidak perlu berkecil hati ataupun mengkhawatirkan sesuatu sebab masalah ini bukanlah masalah keimanan yang bersifat fundamental, melainkan lebih merupakan perbedaan biasa karena secara umum merupakan perbedaan budaya. Masing-masing umat Islam baik yang percaya maupun tidak percaya bahwa Nabi Isa alaihis salam masih hidup tidak berisiko menanggung apa pun sebab persoalan ini bukan masalah qathโ€™i. Mereka tetap sama-sama mukmin dan bukan kafir. ุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูŠู‘ูŽุงูƒู… ู…ูู†ูŽ ุงู„ููŽุงุฆูุฒููŠู† ุงู„ุขู…ูู†ููŠู†ุŒ ูˆูŽุฃุฏู’ุฎูŽู„ูŽู†ูŽุง ูˆุฅููŠู‘ูŽุงูƒู… ูููŠ ุฒูู…ู’ุฑูŽุฉู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู’ุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ุจุงูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูƒู…ู’ ูููŠ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ุงูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุขูŠุงุชู ูˆุฐููƒู’ุฑู ุงู„ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ุฅู†ู‘ู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆู‘ุงุฏูŒ ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŒ ู…ูŽู„ููƒูŒ ุจูŽุฑู‘ูŒ ุฑูŽุคููˆู’ููŒ ุฑูŽุญููŠู’ู…ูŒ Khutbah II ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุฅู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑ Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta ilustrasi turunnya Nabi isa, sumber gambar kaum muslim, kita wajib mengimani tanda-tanda hari kiamat, salah satunya yaitu turunnya Nabi Isa ke bumi pada akhir zaman. Nabi Isa merupakan seorang laki-laki yang ditakdirkan sebagai nabi sebelum Nabi Muhammad. Lebih tepatnya, Nabi Isa merupakan rasul terakhir kedua di muka bumi berbagai riwayat, Nabi Isa digambarkan sebagai sosok yang berperawakan tidak tinggi dan juga tidak pendek. Kulitnya kemerah-merahan dan rambutnya selalu meneteskan air seolah-olah beliau baru keluar dari kamar mandi. Beliau juga membiarkan rambutnya terurai menyentuh kedua dari penelitian berjudul Misi Nabi Isa dalam Perspektif Al-Qurโ€™an Studi Penafsiran Surat Az-Zuhruf Ayat 61 oleh Ahmad Roni 2014 3, Isa as merupakan hamba Allah SWT yang diutus untuk menjadi nabi dan diperintah untuk menyebarkan ajaran Allah dengan pedoman berupa kitab Turunnya Nabi Isa ke Bumiilustrasi turunnya Nabi isa, sumber gambar ketika Allah berfirman Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga akhir kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.โ€ QS. Ali Imran ayat 55.Lebih spesifik lagi, Al-Qurโ€™an Surat An-Nisa ayat 159 juga menjelaskan tentang turunnya Nabi Isaโ€œTidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman keapdanya Isa sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.โ€ QS. An-Nisa ayat 159.Sementara itu, Surat Az-Zukhrud ayat 61 juga menjelaskan tentang Nabi Isa yang turun ke bumi pada hari kiamatโ€œDan sungguh, dia Isa benar-benar menjadi pertanda akan datangnya kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.โ€ QS. Az-Zukhruf ayat 61.Dari ayat-ayat di atas, dapat diketahui bahwa turunnya Nabi Isa ke bumi merupakan suatu pertanda bahwa kiamat telah dekat. Oleh karena itu, Allah SWT menganjurkan agar umat muslim tidak ragu dengan peristiwa tersebut. Khelak, apa yang tertera dalam Al-Quran tersebut pasti akan terbukti dan kita perlu mengimaninya meskipun itu belum terjadi. DLA

pandangan alquran tentang penyaliban nabi isa as adalah