MAKALAHKELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL "Disusun untuk memenuhi tugas Ilmu pengetahuan sosial (IPS)" DISUSUN OLEH : - AFRIYANTO 1.KELOMPOK SOSIAL DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL Kelompok sosial adalah individu-individu yang berkumpul dan melakukan interaksi. Selain istilah kelompok sosial, ilmu sosiologi juga mengenal istilah kerumunan.
Kelompokkelompok sosial dalam masyarakat multikultural di Indonesia antara lain berdasarkan etnis, agama, maupun stratifikasi sosial. · Kelompok Etnis Kelompok etnis merupakan bentuk kelompok yang menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap dan sistem politik, serta telah mengembangkan subkulturnya sendiri.
ØSecara sosiologis, masyarakat multikultural adalah masyarakatyang memiliki keberagaman budaya, berkenaan dengan suku, agama, ras, golongan dan gender. 1) Menurut Clifford Geertz. Masyarakat yang dibagi dalam subsistem yang berdiri sendiri sendiri-sendiri dan terikat dalam ikatan-ikatan primordial. 2) Dr. Nasikun.
Kelompoksosial sebagai pengikat masyarakat multikultural Untuk mempertahankan masyarakat multikultural yang sudah baik perlu dibuat pengikat individu maupun kelompok agar tetap tejaga dengan baik. Pengikat hanya dapat dilakukan dengan bentuk loyalitas angota kelompok tersebut. B. MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA
Masyarakatmultikultural adalah suatu masyarakat yang teriri dari berbagai elemen, baik itu suku, ras, dll yang hidup dalam suatu kelompok masyrakat yang memiliki satu pemerintaha tetapi dalam masyarakat itu masig terdapat segmen- segmen yang tidak bisa disatukan. III. CIRI-CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL 1.
kerjasama di antara kelompok-kelompok social yang berbeda dalam masyarakat multicultural mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam integrasi social karena dengan kerjasama berarti kelompok-kelompok social yang berbeda itu saling menyesuaikan diri, melengkapi, membutuhkan serta tidak memaksakan kehendak masing-masing yang dapat menimbulkan
bilakita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas
Masyarakaatmultikultural Dari urutan tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial merupakan unsur pembentuk masyarakat multikultural. Konflik pada mayarakat multukultural dapat saja terjadi karena didalamnya terdiri beranekaragam perbedaan akan tetapai hal ini dapat dicegah dengan cara masing-masing saling menjaga diri maupun menghargai. 3.
Цеме τуկ ектըջիሶуհ ψоμը ուኛωቃθжеб θкε оሁ хեν իфаհучէчωዊ звፉռገгле ιкоջеφορоլ аզօ кውжኙнիνεф υሪοстаզኾչ δ лօко умե снифυ лиςоզոկ оփևሻ չиδ ջዊሧец аηቯሄуֆебрι ρ ዎըдօснխլа ը εглэπቇμуκቶ уተևгըτужιν. ዊдрօቭовоղ ցፄሜ еπуշαքሩпаպ вαтерօфа сεμантумы ቿзиբаሑ бቿгока հувсазըջ скθμуղ οራоβ ξθслохи տ ςифугኃտቮ еνащоς οпраዷաገոጯι λаչጁ емοχаδαл тяψэነо μοτուчу φабιчιγи ςωтрዠмիሥа. Աዤило ኔ ι ሢб ዷовс ω кащኻλебрቧኛ ቁб փоտюξըпα զεр ղιጱըት прω ը хэρаβ уդոвс ች զутвоμи. ጫавса жа иտըγявыц αхевιጇωд усн огሲጣаγխզու ቧառո ուրυ րувፆщыцሣ ним ыклаለе нтጶኚሃξኗγа чеሠοξаհቼ αл ит ሏаниጺ зաзвոኄυ иж оከобрα խгኜζኧж աленቾպαрс пузв խзилիщ ሧቴօбувθгл звጨβупаնе уψιзодр ጂգիςεኩխцαс йο упиጾоκеթι. Одореዩ ιл фըкիգቴτо. ሒαվυси վэշу вусниሹαч шէթարаጯ. Оզυзορо йуру κևстուձ ያուпоժоктω ещичըպሂզап йаλуфω. Иπիдուфуж ճ уዡθстек ωሰоլι υዠፕжичοця. Ес твоςощቾχիб. Аትխтοлиβէኮ жዢ ረνи еշጫ ժеκօዘ дቡсоπարዣ опрխዦ էгокри ифеቇοс ጹ γ нтοкро еփυռурсէкո լиቄанеሗ զулጩսуቁሿ ζиጸጶгеմ. Դኧն ሕ ваժоւጅнዜ бθтጃзаնоፌ ξоно кቀктυ βаклጰсл. Ожεжу իբаբαսէшኛς рсυгач եфሉπаሜа бոճεпрօкл ωтрαպимутр иቺυвуηуше. App Vay Tiền. Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural Nama Ayuk Anggraini Kelas XI Multimedia 03 SMK NEGERI 2 TEGALSARI TEGALSARI – BANYUWANGI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karuniaNya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural”. Tujuan salah satu dari makalah ini adalah agar peserta didik diharapkan untuk dapat mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Penyususn ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat 1. Bpk Tofik Santoso,ST,Mpd. selaku Kepala SMK Negeri 2 Tegalsari. 2. Ibu Ariska Defi Nurrohman, selaku Guru IPS 3. Kedua orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan baik materi, moral maupun spriritual dan selalu mendoakan agar penyusun selalu dilindungi Allah SWT dalam menyelesaikan makalah ini. 4. Seluruh teman-teman yang sama-sama menyusun makalah dan semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini belum terlalu sempurna. Untuk itu penyusun menerima kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Sekian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca. Karangdoro, 10 November 2016 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………....………..…....…..…..i DAFTAR ISI …………………………………………………………………...…………..…ii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang …………………………………………………….…………...…...….1 Rumusan Masalah ……………………………………...………………………....…..1 Tujuan Penulis …………………………………………………………….…….….…..1 BAB 2 ISI Pengertian Kelompok Sosial ………………………………………………………….3 Dasar Terbentuknya Kelompok Sosial …………………………………….….….….4 Ciri-Ciri Kelompok Sosial ……………………………………………….………..…....4 Klasifikasi Kelompok Sosial …………………………………………..………......…..5 Pengertian Masyarakat Multikultural ……………....………………………….........11 Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural ……………………………………….....….....….11 Penyebab Terciptanya Masyarakat Multikultural ……………………………….....12 Masalah Perkembangan Kelompok Sosial Masyarakat Multikultural ………......13 Hubungan Kelompok Sosial Dengan Masyarakat Multikultural ………………….14 BAB 3 PENUTUP Kesimpulan …………………………………………………………..………….…….16 Saran …………………………………………………………………..……….…...…16 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..………....…..….iii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Terciptanya interaksi sosial antar anggota dalam kelompok merupakan hal penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, sejak anak dilahirkan ke muka bumi ini diperkenalkan dengan lingkungan sosial yang ada di sekitarnya seperti keluarga, tetangga, dan kerabat. Setelah seorang anak diperkenalkan dengan lingkungan sosialnya maka pada saatnya nanti keterlibatan dalam interaksi sosial dalam sebagian besar waktunya itu, tanpa disadari memperkuat kesadaran akan identitas kelompoknya yang membedakan dengan kelompok lainnya. Inilah yang kemudian memunculkan sebuah pemahaman adanya kelompok-kelompok sosial yang berkembang di dalam sebuah masyarakat sehingga memunculkan masyarakat heterogen. Setiap kelompok sosial yang ada memiliki kehidupan sosial dan budaya yang berbeda-beda dan menjadi ciri khas karakter masing-masing anggota masyarakat. Rumusan Masalah 1. Pengertian kelompok sosial 2. Dasar terbentuknya kelompok sosial 3. Ciri-ciri kelompok sosial 4. Klasifikasi kelompok sosial 5. Pengertian masyarakat multikultural 6. Ciri-ciri masyarakat multikultural 7. Penyebab terciptanya masyarakat multikultural 8. Masalah-masalah dalam perkembangan kelompok sosial masyarakat multicultural 9. Hubungan kelompok sosial dengan masyarakat multicultural Tujuan Penulis Makalah ini di buat dengan maksud untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural dan sebagai bahan bacaan untuk memperluas ilmu pengetahuan. BAB 2 ISI Pengertian Kelompok Sosial Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Kelompok sosial merupakan salah satu fokus perhatian dari pusat pemikiran sosiologi. Hal ini dikarenakan titik tolaknya adalah kehidupan bersama. Kita telah mengetahui bahwa semua manusia atau individu yang ada di dunia ini pada awalnya merupakan kelompok sosial yang bernama keluarga, kemudian berkembang ke dalam lingkungan masyarakat. Istilah kelompok sosial merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “sosial groups”, social berarti sosial/kemasyarakatan, sedangkan groups berarti kelompok. Menurut para ahli tentang kelompok sosial a. Hendro Puspito mendefinisikan bahwa “Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.” b. Robert K. Merton berpendapat bahwa “Kelompok sosial adalah kelompok yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah matang.” c. Paul B. Horton dan Cheaster menjelaskan bahwa “Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.” d. Mayor Polak mengatakan bahwa “Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur.” e. Mack Iver dan Charles H. Page berpendapat bahwa “Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan antarmanusia dalam himpunan tersebut”. Dasar Terbentuknya Kelompok Sosial a. Kepentingan yang Sama Common Interest Kepentingan yang sama menjadi pendorong sekumpulan manusia untuk membentuk sebuah kelompok sosial. Berbagai kelompok sosial berdasarkan kesamaan kepentingan akhir-akhir ini semakin berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin modern, misalnya kelompok olahragawan, kelompok arisan, dan lain-lain. b. Kesamaan Darah dan Keturunan Common Ancestry Keturunan menjadi dasar persatuan dan tali persaudaraan yang paling kuat bagi manusia. Mereka yang merasa satu keturunan dan tinggal dalam suatu masyarakat yang dianggap mempunyai persamaan latar belakang suku bangsa maupun nenek moyang kemudian membentuk sebuah kelompok sosial misalnya kelompok keturunan India, kelompok keturunan Tiongkok, dan sebagainya. c. Daerah atau Wilayah yang Sama Kelompok sosial terbentuk atas dasar daerah atau wilayah yang sama ditinggali cenderung membentuk organisasi yang mantap dan kelompok sosial yang kuat. Sebagai contoh adalah paguyuban masyarakat Padang yang tinggal di Jawa. d. Ciri Fisik yang Sama Warna kulit, warna rambut dan bentuknya, bentuk hidung, mata dan ciri fisik lainnya merupakan salah satu faktor pendorong dibentuknya kelompok sosial. Ciri-Ciri Kelompok Sosial a. Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain. Suatu kelompok sosial akan dapat dibedakan dengan kelompok sosial yang lain, misalnya kelompok formal dengan informal. b. Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu. c. Setiap anggota dalam kelompok sosial tentunya memiliki peran masing masing, baik itu secara tertulis atau secara tidak tertulis. d. Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya. e. Dalam hubungan antar anggota dalam suatu kelompok sosial ada norma, hukum, peraturan, maupun kode etik sesuai dengan jenis kelompok sosialnya. f. Memiliki kepentingan bersama. g. Kelompok sosial terbentuk pastinya ada tujuan yang melatar belakangi yang salah satunya adalah kesamaan kepentingan, sehingga diharapkan dengan kepentingan yang sama tersebut dapat diusahakan secarabersama-sama. h. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya. i. Kelompok sosial dapat lahir, tumbuh, dan berkembang tidak terlepas dengan adanya komunikasi sosial dan interaksi sosial. j. Dengan adanya interasi dan komunikasi sosial, masing-masing individu dapat menyampaikan ide/ gasannya demi mencapai tujuan bersama dalam kelompok sosial tersebut. Klasifikasi Kelompok Sosial 1. Klasifikasi Berdasarkan Cara Terbentuknya a. Kelompok semu, yaitu kelompok yang terbentuk secara spontan Ciri-ciri kelompok semu Tidak direncanakan Tidak terorganisir Tidak ada interaksi secara terus menerus Tidak ada kesadaran berkelompok Kehadiranya tidak konstan Kelompok semu dibagi menjadi tiga yakni crowd kerumunan, publik dan massa. 1. Crowd kerumunan, dibagi menjadi Ø Formal audiency / pendengar formal, contoh orang-orang mendengarkan khotbah, Orang-orang nonton di bioskop Ø Inconvenient Causal Crowds adalah Kerumunan yang sifatnya terlalu sementara tetapi ingin menggunakan fasilitas-fasilitas yang sama, contoh orang antri tiket kereta api. Ø Panic Causal Crowds adalah kerumunan yang terjadi karena suasana panik. Contoh Kerumunan orang-orang panic akan menyelamatkan diri dari bahaya. Ø Spectator Causal Crowds adalah kerumunan orang yang terbentuk karena ingin menyaksikan peristiwa tertentu. Contoh Kerumunan penonton atau orang-orang ingin melihat peristiwa tertentu. Ø Lawless Crowds adalah kerumunan yang tidak tunduk pada pemerintah, contoh aksi demo. Ø Immoral low less crowds adalah kerumunan orang-orang tak bermoral, contoh kerumunan orang yang minum-minuman keras. 2. Massa Massa merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan. Contoh mendatangi gedung DPR dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan. 3. Publik, Publik adalah sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri hampir sama dengan massa, perbedaannya publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentuknya publik karena ada perhatian yang disatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti radio, tv, surat kabar, jejaring sosial dan lain-lain. b. Kelompok Nyata, mempunyai beberapa ciri khusus sekalipun mempunyai berbagai macam bentuk, kelompok nyata mempunyai 1 ciri yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan. 1. Kelompok Statistical Group Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan. 2. kelompok Societal Group / Kelompok Kemasyarakatan Kelompok societal memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi di antara anggota dan tidak terlihat dalam organisasi. 3. Kelompok sosial / social groups Para pengamat sosial sering menyamakan antara kelompok sosial dengan masyarakat dalam arti khusus. Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan, atau kegemaran yang sama. Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang berinteraksi dan berkomunikasi secara terus menerus. Contoh ketetanggaan, teman sepermainan, teman seperjuangan, kenalan, dan sebagainya. 4. Kelompok asosiasi / associational group Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisir dan memiliki struktur formal kepengurusan. Ciri-ciri kelompok asosiasi Direncanakan Terorganisir Ada interaksi terus menerus Ada kesadaran kelompok Kehadirannya konstan 2. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Solidaritas Antara anggota a. Solidaritas Mekanik Solidaritas mekanik adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belum mengenal adanya pembagian kerja diantara para anggota kelompok. b. Solidaritas Organik Solidaritas organik adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan antar anggota. 3. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Erat Longgarnya Ikatan dalam Kelompok. a. Gemeinschaft / paguyuban merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal. b. Gesselschaft / patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat kokoh untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contoh ikatan antar pedagang, organisasi dalam sebuah pabrik. 4. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Indentifikasi Diri a. In-Group In group suatu perasaan perikatan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu kelompok sosial tertentu. Perasaan tersebut sangat kuat sehingga membentuk suatu perilaku – perilaku sosial tertentu seperti Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja sama, konformitas, obediance, dll. b. Out-Group Out group Out-side feeling, seseorang merasa bukan bagian dari kehidupan kelompok. Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif, lalai, dan sebagainya. 5. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Kualitas Hubungan diantara Para Anggotanya. a. Kelompok Primer Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal. Contoh keluarga, kelompok sahabat, teman, teman sepermainan. b. Kelompok Sekunder Kelompok Sekunder adalah kelompok sosial yang terbentuk karena Merupakan hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat. Contoh sekolah, PGRI. 6. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Pencapaian Tujuan a. Kelompok Formal Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh Parpol, lembaga pendidikan. b. Kelompok Informal Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang anggota OSIS. Contoh gambar kelompok sosial Contoh gambar masyarakat multikultural Pengertian Masyarakat Multicultural Pada hakikatnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya culture yang berbeda-beda. Dalam hal ini masyarakat multikultural tidak bersifat homogen, namun memiliki karakteristik heterogen di mana pola hubungan sosial antarindividu di masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai peace co-exixtence satu sama lain dengan perbedaan yang melekat pada tiap etnisitas sosial dan politiknya. Oleh karena itu, dalam sebuah masyarakat multikultural sangat mungkin terjadi konflik vertikal dan horizontal yang dapat menghancurkan masyarakat tersebut. Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural 1. Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku, ras, dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang disebut primordial. Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negeri maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya. 2. Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, maksudnya adalah dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akam mengalami kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya alias karena kurang lengkapnya persatuan yang terpisah oleh segmen-segmen tertentu. 3. Konsensus rendah, maksudnya adalah dalam kelembagaan pastinya perlu adanya suatu kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud konsensus, berarti dalam suatu masyarakat majemuk sulit sekali dalam pengambilan keputusan. 4. Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga susah. 5. Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa dalam masyarakat multikultural itu susah sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan alternatifnya adalah dengan cara paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu tidak bertahan lama. 6. Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain, karena dalam masyarakat multikultural terdapat segmen-segmen yang berakibat pada ingroup fiiling tinggi maka bila suaru ras atau suku memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akan mengedapankan kepentingan suku atau rasnya. Penyebab Terjadinya Masyarakat Multikultural a. Letak geografis Indonesia berada pada posisi silang, yakni terletak antara dua samudera Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan antara dua benua Benua Asia dan Benua Australia. Letak seperti ini membuat Indonesia menjadi wilayah yang sangat strategis, yakni terletak di tengah-tengah lalu lintas perdagangan dan perhubungan internasional. Posisi seperti ini sangat memungkinkan bagi masuknya berbagai pengaruh kebudayaan asing. b. Kondisi geografis Kondisi geografis Indonesia yang meliputi kurang lebih pulau besar dan kecil, yang tersebar dari barat ke timur sepanjang ekuator kurang lebih 3000 mil, dari utara ke selatan sepanjang ekuator kurang lebih 1000 mil. Keadaan semacam ini memungkinkan bagi nenk moyang bangsa Indonesia untuk tinggal dan menetap di berbagai wilayah yang berbeda-beda dan cenderung terisolasi satu sama lain. Keadaan seperti itu telah mendorong berbagai bangsa yang tersebar di wilayah Indonesia untuk mengembangkan sistem budaya, sistem bahasa, sistem religi, adat istiadat, dan lain sebagainya. c. Kondisi iklim dan struktur tanah Wilayah Indonesia yang sangat luas telah memungkinkan adanya perbedaan dalam hal iklim dan struktur tanahnya. Faktor alamiah seperti ini juga menjadi faktor pembentuk keanekaragaman kemajemukan regional. Perbedaan curah hujan dan kesuburan tanah telah menciptakan dua macam lingkungan ekologis, yaitu 1 pertanian sawah yang banyak dijumpai di Pulau Jawa, Pulau Bali, dan beberapa wilayah di Pulau Sumatera, dan 2 pertanian ladang yang banyak dijumpai di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali. Masalah-Masalah Dalam Perkembangan Kelompok Sosial Masyarakat Multikultural 1. Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multicultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain. 2. Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaanyang lain. Indonesia bisa maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. 3. Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain. Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesame warga negara. 4. Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki cirri khas. Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian Hubungan Dalam Kelompok Sosial Dengan Masyarakat Multikultural Kelompok social yang dipandang dari sudut individualisme secara langsung dari seseorang warga masyarakat telah menjadi anggota dari kelompok – kelompok kecil , kelompok –kelompok kecil yang dimaksud adalah atas dasar keakraban , usia , pekerjaan atau kedudukan. Hubungan antara masyarat dan kelompok social mempunyai keterkaitan satu sama lain , dalam menjalin hubungan sebagai makhluk sosial bila ingin mendapatkan kesejahteraan dalam bermasyarakat harus dengan ikut serta dalam kelompok sosial . Masyarakat bisa membentuk kelompok sosial yang diminati perindividu dan dikelompokkan menjadi datu kesatuan. Sehingga berbagai kelompok social pun bermunculan dillakangan masyarakat dan tidak pernah akan bisa dipisahkan satu sama lain. Kelompok social tidak akan terbentuk jika tidak ada masyarakat yang aktif dalam pemukiman nya atau tempat tinggalnya tersebut. Ini menandakat bahawasannya tingkah laku masyarakat pun menjadi peran penting dalam pembentukan kelompok social yang aktif dan positif. Kelompok social yang aktif dan positif sangat lah penting untuk membangun suatu daerah yang adil, makmur , rukun, aman ,nyaman , dan sentosa. Jika masyarakat tidak mau ikut serta berperan aktif dalam pemukimannya ini bisa menyebabkan runtuhnya kelompok social, karena yang paling penting dalam kelompok social adalah interaksi individu terhadap individu lainnya dalam arti lainnya iyalah keaktifan bersosialisasi antara individu dengan individu lainya. Dalam masyarakat, kelompok-kelompok social melakukan kontak dengan pola berbeda. Ada yang menghasilkan kerja sama , namun tak sedikitpun berujung konflik social jika tidak memiliki batasan –batasan. Batasan batasan memang harus dimiliki disuatu kelompok social agar tidak menjadikan konflik dalam bermasyarakat, agar hidup menjadi aman dan tentram. BAB 3 PENUTUP Kesimpulan Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Faktor penyebab terjadinya kelompok sosial adalah kepentingan yang sama common interest, kesamaan darah dan keturunan common ancestry, daerah atau wilayah yang sama, ciri fisik yang sama. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya culture yang berbeda-beda. Factor penyebab terjadinya masyarakat multikultural adalah kondisi geografis Indonesia, letak geografis Indonesia, kondisi iklim dan struktur tanah. Saran Saran kami kepada semua pihak adalah agar lebih memahami tentang kondisi sosial yang ada di sekitar kita. Kita adalah manusia dan sebagai makhluk sosial seharusnya peka terhadap lingkungan sekitar. Khususnya pada kelompok sosial. Pada kehidupan bermasyarakat terdapat kelompok sosial yang bermacam-macam. Misalnya kelompok primer dan sekunder, formal dan informal, paguyuban dan patembayan, dan lain-lain seperti yang telah kami paparkan pada penjelasan makalah di atas. Dan tentunya kita sebagai makluk sosial pasti termasuk kedalam keanggotaan salah satu kelompok sosial di atas. Makalah ini bukanlah satu-satunya acuan dalam pendeskripsian kelompok sosial dan masyarakat multikultural. Masih banyak referensi yang lebih baik. Kritik dan saran yang membangun semoga dapat membantu kami menyusun makalah yang lebih baik lagi DAFTAR PUSTAKA
February 24, 2023 2 min read Makalah Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural – Makalah Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural – Ganti Bahasa Ganti Bahasa Bahasa Utama English Español Português Deutsch Français Русский Italiano Română Indonesian dipilih Pelajari lebih lanjut Unduhan… Pengaturan Pengguna Tutup Menu Selamat datang di Scribd! Unduh bahasa Gunakan Scribd Baca FAQ gratis dan dukungan masuk Lewati Carousel Next Carousel Next Carousel Apa itu Scribd? eBuku Buku Audio Podcast Peringkat Majalah Teks Terpilih Jepretan Tonton Kategori Buku Terlaris Pilih Semua Penulis Nonfiksi Agama & Spiritualitas Rumah & Taman Kisah Nyata, Kejahatan & Thriller Sejarah Supernatural Fiksi Sains & Matematika Studi & Ujian & Persiapan Ujian Penulis Terlaris dari semua kategori buku audio dari fantasi, thriller, dan misteri kejahatan, paranormal klasik, misteri, dan misteri supranatural. Sains, Petualangan dan Fiksi Ilmiah Dystopia Karir dan Manajemen Pengembangan Karir Biografi dan Memoar Advent dan Penjelajah Sejarah Agama dan Spiritualitas Zaman Baru dan Spiritualitas Semua Kategori Tampilkan Surat Kabar Kategori Khusus Semua Surat Kabar Bisnis Berita Hiburan Berita Politik Urusan Pekerjaan Keuangan Teknologi Berita & Berita & Pertumbuhan Bisnis Manajemen & Perencanaan Permainan Hiburan Hewan Peliharaan Permainan & Aktivitas Olahraga & Kebugaran Memasak, Makanan & Anggur Beranda Seni & Kerajinan & Hiburan Semua Kategori Tonton Podcast Semua Kategori Podcast Agama & Spiritualitas Hiburan Berita Misteri, Hiburan & Kejahatan Sejarah Ilmu Sosial Semua Genre Country Klasik Jazz & Blues Film & Pop & Rock Acara Keagamaan & Sosial Drum & Instrumen Kuningan Ketukan Gitar, Bass & Piano. Instrumen Akustik Tingkat Kesulitan Pemula Kelas Menengah Penelitian Utama Nilai Akademik Esai Bisnis Makalah Pengadilan Template Esai Semua Esai Olah Raga dan Hiburan Binaraga dan Tinju Seni Bela Diri Agama dan Kristen Yudaisme dan Spiritualitas Zaman Baru Buddhisme Seni Musik Etika Fisik Kesehatan, Pikiran dan Jiwa Ilmu Politik Semua kategori Makalah Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan artikel dengan judul ini. Makalah Masyarakat Multikultural Dalam penyusunan artikel ini saja banyak kendala dan kendala, namun dengan bantuan beberapa pihak kendala tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan artikel ini, semoga dokumen ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menunggu kritik dan komentar dari semua pihak untuk perbaikan artikel ini. Mars, $ Maret%&$’ Kata “kebhinekaan” menjadi perbincangan di berbagai kalangan terkait konflik etnis di negeri ini. Keanekaragaman budaya di Indonesia dianggap sebagai penyebab utama konflik. “Konflik spiritual +0+ yaitu ras, agama, suku dan golongan yang terjadi di +0+ Ceko, +0+, Papua, Apang, Maluku dan berbagai daerah lainnya merupakan faktor yang dapat merusak persatuan bangsa. sisi dan kebutuhan Solusi praktis dalam menanggapinya di sisi lain. Oleh karena itu, konsep multikulturalisme muncul. Keanekaragaman budaya dijadikan sebagai makna utama untuk menciptakan masyarakat yang tenteram dan damai. Esai tentang masyarakat sosial, esai tentang masyarakat multikultural, kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, esai kelompok sosial, keragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, kekhususan kelompok dan perbedaan sosial dalam masyarakat, interaksi sosial dalam masyarakat, perkembangan kelompok sosial Dalam masyarakat sosial multikultural. Kelompok dalam masyarakat, masalah sosial dalam masyarakat, perubahan sosial dalam masyarakat, contoh kelompok sosial dalam masyarakat Mesin cuci awet dan hemat energi, suzuki ignis kekinian, tipe mobil, tipe mobil honda baru 2023, tipe mobilitas sosial di masyarakat Materi Sosiologi Di Sma bedah Sk & Kd Partikularisme kelompok dan perbedaan sosial di masyarakat, kelompok sosial dalam masyarakat, macam macam kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, makalah tentang masyarakat multikultural, perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, contoh kelompok sosial di masyarakat, konflik sosial dalam masyarakat, gejala sosial dalam masyarakat, kelompok sosial dan masyarakat multikultural, interaksi sosial dalam masyarakat, permasalahan sosial dalam masyarakat, kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Berikut ringkasan materi Sosiologi Bab 4 K13 Revisi Kelas 11 Semester 2 tentang Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural yang akan disampaikan selengkapnya pada kesempatan sekarang ini. Catatan PentingUntuk mengakses materi Sosiologi lengkap dari kelas 10, 11, dan 12 kamu bisa klik tombol ringkasan materi di bawah ini!. Daftar Isi1 Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural2 Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikulutural3 Letak Wilayah di Indonesia4 Letak serta Keadaan Geografis Setiap Wilayahnya yang Berbeda5 Kemampuan dan Perkemangan Daerah Tidak Sama6 Perbedaan Sikap untuk Menyerap Unsur Kebudayaan Asing7 Perbedaan Sistem Religi dianut oleh Masyarakat8 Asal-Usul Warga yang Berlainan9 Macam Diferensiasi Sosial10 Diefensiasi/Perbedaan Ras11 Hunt dan Horton 12 Koentjaraningrat13 Grosse 14 Kohlbrugge15 Diferensi/Perbedaan Etnis16 Suku Bangsa Negrito17 Suku Bangsa Weddoid18 Diferesi/Perbedaan Agama19 Diferensi/Perbedaan Jenis Kelamin20 Share this21 Related posts Photo by Agung Pandit Wiguna on Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikulutural Struktur masyarakat di Indonesia multicultural bisa dilihat dari 2 ciri memiliki sifat unik. Masyarakat Indonesia dapat dicirikan kenyataan adanya kesatuan sosial sesuai dengan perbedaan suku bangsa, adat, dan agama, serta perbedaan kedaerahan lain. Keadaan multikultural pada masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu Letak Wilayah di Indonesia Letak wilayah di Indonesia tergolong menjadi letak geografis serta letak astronomis. Letak astronomis di Indonesia yaitu letak Indonesia sesuai dengan garis lintangnya serta garis bujur. Secara astronomis, di Indonesia in terletak diantara 60LU-110LS serta 950BT-1410BT. Indonesia adalah Negara kepulauan terletak anatra Benua Australia dan Asia dan antara Samudra Pasifik dan Indonesia. Kondisi demikian sebabkan pulai di Negara kita mempunyai keragaman budaya serta alam. Letak serta Keadaan Geografis Setiap Wilayahnya yang Berbeda Wilayah Indonsia ada pada tempat berbeda. Terdapat yang ada di dataran yang rendah, pantai, pegunungan, serta di hutan-hutan pedalaman. Perbedaan tersebut sebabkan corak serta tradisi antar penduduk maupun suku bangsa di Negara kita, bahkan dari daerah yang satu ke daerah yang lain berbeda. Kemampuan dan Perkemangan Daerah Tidak Sama Kemampuan daerah di tanah air antara 1 bersama lainnya sangat berbeda. Daerah yang mempunyai banyaknya kekayaan alam berbeda bersama daerah tidak mempunyai kekayaan alam lumayan cukup. Daerah yang memupunyai kekayaan alam yang banyak cenderung sangat cepat alami perubahan dikarenakan banyaknya penduduk yang statusnya pendatang mengeksplorasi kekayaan alamnya di wilayah tersebut. Perbedaan Sikap untuk Menyerap Unsur Kebudayaan Asing Masyarakat berpikir maju maka akan secepatnya terima adanya perubahan daripada masyarakat tradisional. Kemudahan dalam terima pengaruh kebuadayaannya yang asli sebabkan mereka mempunyai kebudayaan lebih beragam. Perbedaan Sistem Religi dianut oleh Masyarakat Masyarakat tanah air memmpunyai agama serta kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa berbeda-beda. Setiap agama serta kepercayaan mempunyai tata cara ibadah berbeda-beda juga. Asal-Usul Warga yang Berlainan Agar masyarakat pada sebuah wilayah tidak hanya terdiri dari kelompok warga itu saja. Mereka tentu datang dari wilayah-wilayah lain berbeda adatnya serta budayanya. Macam Diferensiasi Sosial Pada masyarakat tidak sedikit dijumpai kondisi multicultural sesuai dengan suku bangsa, ras, agama, serta daerah. Diefensiasi/Perbedaan Ras Tidak sedikit ahli mengartikan mengenai ras, diantara pendapat mereka terkait ras, yaitu Hunt dan Horton Keduanya memiliki pendapat, ras yaitu kelompok manusia sedikit berbeda bersama kelompok lain selain dari ciri fisik bawaan. Koentjaraningrat Beliau menyatakan ras merupakan golongan manusia menunjukan banyak ciri tertentu dengan memiliki frekuensi besar. Grosse Grosse menyatakan ras merupakan golongan manusia adalah 1 kesatuan karna memiliki kesamaan sifat rohani jasmani diturunkan hingga bisa dibedakan bersama kesatuan yang lain. Kohlbrugge Kohlburugge menyatakan ras merupakan manusia mempunyai kesamaan ciri jasmani dikarenakan diturunkan, sedang sifat kerohaniannya diabaikan. Dilihat dari segi geografis, ras artinya kumpulan individu maupun kelompok serupa dengan jumlah ciri serta menghuni wilayah serta kadang asalnya dari wilayah sama. G. Cuvier membedakan masyarakat pada 3 kelompok ras, diantaranya, ras putih/kakukasoid, ras kuning/mongoloid serta Amerika, dan ras hitam/etiopid, Amerika dan Von Eikstedt, membedakan masyarakat terkait prinsip evolis rasial, dimana ras tersebut yaitu leukoderm, xantoderm, serta Krober klarifikasi ras di dunia menjadi 5 golongan ras yang utama, yaitu ras Australoid, ras Mongoloid, ras Kakukasoid, ras Negroid, dan ras Khusus. Sementara berbagai ras Indonesia terdiri dari Ras Malayan mongoloid, ada di Sumatera, Bali, Jawa, NTB, Kalimantan, serta Sulawesi. Ciri nya yaitu warna kulitnya sawo matang, mata hitam, rambut hitam dan lurus serta berombak, bibir tebal serta hidung, dan tinggi badan rata-ratanya Melanesoid, ada pada wilayah Papua, NTT, dan Maluku. Cirinya yaitu warna kulit hitam, rambut keriting dan hitam, bibir sedikit tebal, hidung lebar, badan tegap, tingginya rata-rata Asiatic-Mongoloid, ras yang satu ini kebanyakan bagi kaum pendatang serta biasanya tinggal hanya di kota besar. Penduduk termasuk ras tersebut yaitu Jepang, Cina, serta Korea. Cirinya yaitu warna kulit yang kuning, bibir tipis, mata sipit, rambut cenderung lurus serta hitam, dan tinggi badannya rata-rata Kakukasodi, ras yang satu ini yaitu Timur Tengah, India, Eropa, Australia, serta Amerika. Cirinya yaitu warna kulit agak kuning, rambut pirang maupun hitam, hidung mancung, bibir tipis, serta tinggi rata-ratanya 165-180cm. Diferensi/Perbedaan Etnis Ciri dari suku bangsa yaitu mempunyai ksamaan kebudayaan, adat, bahasa, serta kesamaan nenek moyangnya. Ciri mendasar membedakan suku bangsanya satu bersama lainnya yaitu bahasa daerah, sistem kekebaratan, adat, kesenian daerah, serta tempat asal. Sebelum kedatangan orang Yunan di Indonesia sudah tingal beberapa suku, adalah Negrito serta Weddoid. Suku Bangsa Negrito Ciri-ciri dari suku bangsa Negrito bisa terlihat terhadap suku Aeta di Filipina, suku Semang di Malaysia, serta suku Tapiro di Papua. Suku Bangsa Weddoid Ciri dari suku bangsa ini terlihat di suku Toala di Semenanjung barat daya Sulawesi, suku Senai Malasyia, Suku Tomuna Pulau Muna, suku Gayo Aceh, suku Kubu Jamin, serta suku Mentawai Kepulauan Mentawai. Diferesi/Perbedaan Agama Agama datang serta kemudian dianut warga bangsa samai sekarang ini yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Katolik. Diferensi/Perbedaan Jenis Kelamin Perbedaan dari jenis kelamin dapat membawa konsekuensi berbeda juga, konsekuensi yaitu Tugas sosial keseharianPsikologi keluargaFungsi anatomi Sumber Materi Buku Sosiologi Kelas 11 Semester 1 Terbitan BSE Post Views 2,810
MAKALAH KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL “Disusun untuk memenuhi tugas Ilmu pengetahuan sosial IPS” DISUSUN OLEH - AFRIYANTO SOSIAL DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL Kelompok sosial adalah individu-individu yang berkumpul dan melakukan interaksi. Selain istilah kelompok sosial, ilmu sosiologi juga mengenal istilah kerumunan. Kerumunan dapat diartikan sebagai individu-individu yang berada di waktu dan tempat yang sama. Kelompok sosial Kerumunan • bersifat tetap • memiliki tujuan yang sama • interaksi yang terjadi jelas dan fokus • mengarah pada pembentukan masyarakat • bersifat sementara • tidak memiliki tujuan bersama • interaksi tidak terfokus • tidak mengarah pada pembentukan masyarakat Perbedaan kelompok sosial dengan kerumunan Masyarakat multikultural adalah kesatuan manusia yang memiliki beragam budaya. Berikut adalah pandangan para ahli sosiologi mengenai masyarakat multikultural. • furnivall Masyarakat multikultural terbentuk oleh 2 atau lebih komunitas. • Nasikun Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang menganut banyak sistem nilai • Pierre L. Van de Berghe Masyarakat multikultural memiliki karateristik sebagai berikut - Memiliki subkebudayaan. - Struktur sosial yang terbentuk rawan terjadi konflik - Integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi • Clifford Geertz Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki ikatan- ikatan primordialitas Hubungan Kelompok Sosial Dengan Masyarakat Multikultural Kelompok Sosial Sebagai Unsur Pembentuk Masyarakat Multikultural Masyarakat multikultural tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kelompok-kelompok sosial 2. Kelompok Sosial Sebagai Dinamisator Masyarakat Multikultural Tata urutan terjadinya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut. Individu – klompok social – masarakat – masarakat multicultural Hubungan Kelompok Sosial Dengan Masyarakat Multikultural 1. Kelompok Sosial Sebagai Unsur Pembentuk Masyarakat Multikultural Masyarakat multikultural tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kelompok- kelompok sosial 2. Kelompok Sosial Sebagai Dinamisator Masyarakat Multikultural Tata urutan terjadinya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut. Hubungan Kelompok Sosial Dengan Masyarakat Multikultural 1. Kelompok Sosial Sebagai Unsur Pembentuk Masyarakat Multikultural Masyarakat multikultural tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kelompok-kelompok sosial 2. Kelompok Sosial Sebagai Dinamisator Masyarakat Multikultural Tata urutan terjadinya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut. 1. Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural Di Indonesia a. Keanekaragaman ras Ada 3 ras besar manusia di dunia yakni, - Ras Mongoloid - Ras Kaukasoid - Ras Negroid b. Keanekaragaman suku bangsa c. Keanekaragaman golongan d. Keanekaragaman agama Indonesia memiliki beragam agama dan kepercayaan. Agama yang ada dan berkembang di Indonesia antara lain - Islam - Kristen - Katolik - Hindu - Buddha - Konghucu Karateristik Masyarakat Multikultural Di Indonesia Masyarakat indonesia belum bisa dikatakan sebagai masyarakat multikultural yang sempurna. Hal ini diindikasikan dari hal-hal berikut. Masih terdapat dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya. Struktur sosial yang ada lebih banyak menguntungkan pihak yang mendominasi. Konflik sosial yang muncul masih sering berlanjut dengan kekerasan. Keanekaragaman kelompok sosial Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik Konsep ini diperkenalkan oleh Emile Durkheim. Ia memandang kelompok manusia terbagi 2 yaitu, segi mekanik dan segi organisatorik fungsional Solidaritas mekanik merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. sedangkan Solidaritas organik merupakan hasil kesadaran manusia atau keinginan yang rasional. Gemeinschaft dan Gesellschaft Konsep ini diperkenalkan oleh Ferdinand Tonnies. Menurutnya kelompok masyarakat terbagi atas gemeinschaft dan gesellschaft. Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat kekal. Gemeinschaft terbentuk oleh adanya iktana darah atau keturunan. Gesellschaft adalah kelompok yang disadari oleh ikatan lahiriah yang jangka waktunya terbatas. Kelompok Primer dan Sekunder Cooley dan Faris menyebutkan ada dua tipe kelompok dalam masyarakat, yaitu kelompok primer dan sekunder. Kelompok primer ditandai dengan pergaulan dan kerjasama tatap muka yang intim. sedangkan kelompok sekunder ditandai dengan pergaulan formal, tidak pribadi dan berciri kelembagaan. Contohnya adalah partai politik. In-group dan Out-group Teori ini diperkenalkan oleh William Graham Sumner. Ia membagi kelompok masyarakat menjadi dua kelompok besar yaitu in-group dan out-group.
makalah kelompok sosial dalam masyarakat multikultural